SDN Tugurejo 03
Semarang,21/3/2023. Urban farming atau pertanian urban juga dikenal dengan sebutan pertanian di perkotaan, Jadi urban farming merupakan pemanfaatan ruang terbuka menjadi lahan hijau untuk menghasilkan produk pertanian. Sehingga, jika pertanian biasanya dilakukan di wilayah pedesaan, urban farming memungkinkan pertanian dilakukan di wilayah perkotaan, misalnya di area pemukiman penduduk.
Konsep pertanian di perkotaan ini bisa membantu masyarakat menghasilkan bahan pangan sendiri. Sehingga, salah satu keuntungannya adalah mempersingkat waktu distribusi hasil pertanian. Dalam menyemarakkan Hari Jadi Kota Semarang, Pemerintah Kota Semarang melalui OPD Dinas Pendidikan Kota Semarang mengadakan Lomba Memasak Hasil dari Urban farming yang ada di sekolahan.
Memasak merupakan kegiatan yang menyenangkan bagi semua orang. Dalam memasak diperlukan bahan-bahan yang harus dimasak. Untuk itu Pemerintah Kota Semarang menyelenggarakan kegiatan lomba memasak hasil urban farming. Kegiatan ini dimulai dari sekolah, artinya sekolah menanam tanaman urban farming, diantaranya cabe, tomat, dan terong. Pemerintah Kota Semarang berharap Urban Farming dapat menanggulangi krisis ekonomi terutama bahan pangan kebutuhan sehari-hari. Di dalam memasak terdapat enam unsur Profil Pelajar Pancasila, yaitu:1) Beriman, Bertakwa Kepada Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia, 2) Berkebinekaan Global, 3) Mandiri, 4) Bergotong Royong, 5) Bernalar Kritis dan 6) Kreatif.
. Lomba memasak merupakan sarana bagi guru sekolah dasar kota Semarang untuk dapat mengekspresikan berbagai macam olahan masakan dari hasil urban farming. Harapannya dengan diadakan lomba tersebut guru dapat berkreasi dan mengimplementasikan nilai-nilai yang ada dalam Profil Pelajar Pancasila. Selain itu, melalui Lomba memasak akan menambah semarak dalam pelaksanaan Penguatan Profil Pelajar Pancasila di tingkat SD Kota Semarang.
Lomba di laksanakan pukul 10.00 WIB tetapi peserta sudah datang mulai pukul 07.00 WIB. Kegiatan bertempat di Taman Budaya Raden Saleh ( TBRS ) Kota Semarang. Taman.
TBRS adalah pusat kesenian dan kebudayaan. TBRS dulu bernama Taman Hiburan Rakyat, dan merupakan lokasi kebun binatang Semarang, hal inilah yang menyebabkan taman budaya ini sebagian besar lokasinya masih berkontur tanah dan dipenuhi pepohonan yang rindang. Setelah kebun binatang dipindah ke Tinjomoyo, dan sekarang sudah dipindah lagi ke Mangkang, taman ini berganti nama menjadi Taman Budaya Raden Saleh. Fungsi taman pun berubah menjadi pusat kesenian dan kebudayaan Jawa Tengah. Dinamai Taman Budaya Raden Saleh berasal dari nama salah satu pelukis terkenal Indonesia, Raden Saleh Sjarif Boestaman yang berasal dari Semarang.
SDN Tugurejo 03 dalam menyambut semua kegiatan selalu dengan penuh semangat, apalagi kegiatan yang dilaksanakan untuk memperingati Hari Jadi Kota Semarang. SDN Tugurejo 03 yang berada di wilayah kecamatan Tugu di beberapa kegiatan yang diadakan oleh Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Pendidikan , SDN Tugurejo 03 dan Mangkang Kulon 01 mewakili dalkam kegiatan Lomba Memasak Hasil Urban Farming.

Kegiatan Lomba dilaksanakan pukul 10.00 - 12.00 WIB di TBRS pada tanggal 19 Maret 2023. SDN Tugurejo 03 mempersiapkan lomba dari 2 Minggu sebelum pelaksanaan. dari mempersiapkan bahan baku dan menu yang akan di buat. kemudian praktek pembuatan menu dan dilakukan beberapa kali. " Dimsum Lele Kulit Terong ", adalah menu yang dikeluarkan oleh SDN Tugurejo 03 untuk mengikuti lomba.
Peserta dari SDN Tugurejo 03 dalam hal ini guru - guru kelasnya datang ke lokasi lomba pukul 08.00 WIB untuk mempersiapkan dan menata tempat untuk memasak serta menyajikan makanan yang sudah siap makan. Lomba di mulai peserta sangat bersemangat untuk meramu dan meracik bahan sehingga terciptalah makanan yang lezat.
' Dimsum Lele Kulit Terong ", memang hasil kreasi dari ibu - ibu guru, " Dimsum Lele Kulit Terong "berbahan dasar dari hasil urban farming SDN Tugurejo 03. sebelum jam 12.00 WIB masakan sudah siap dan di tata dengan baik di meja.
" Dimsum Lele Kulit terong " milik SDN Tugurejo 03 memang mempunyai cita rasa yang tinggi tetapi disayangkan belum bisa menjuarai perlombaan memasak hasil urban farming.
Fepty Listiany " Dalam Lomba ini kita dapat menggali kreatifitas guru dalam mengolah makanan sehat dari hasil urban farming milik sekolah masing - masing serta dapat meningkatkan semangat guru dalam mengekspresikan hasil masakannya dan dapat dipraktekan di sekolah".


